Tuesday, 26 March 2013

Cara Mencintai Allah SWT


Cara Mencintai Allah SWT


Bismillahirrahmanirrahim.


Kata cinta bisa diartikan berbeda-beda, tergantung kepada ‘sang’ objek cinta. Defenisi cinta secara umum ialah suatu bentuk perwujudan kasih sayang yang tulus kepada sesuatu hal. Sifat alami cinta ialah selalu cenderung menyenangi apa yang dicintai. Cinta selalu ingin memiliki dan tidak ingin terpisah. Cinta selalu dihayati dan diliputi rasa ikhlas mencintai. Cinta memendam rasa rindu yang sangat dalam. Cinta bisa menjadikan budak menjadi raja, dan raja menjadi budak. Cinta memiliki gejala-gejala yang terkadang mudah dan terkadang sulit dideteksi!

Devenisi cinta tersebut dapat diaplikasikan kepada semua ‘jenis’ cinta. Misalnya cinta kita kepada lawan jenis, cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara/teman, dan yang paling utama ialah cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Itulah cinta yang suci dan hakiki.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS. Al Baqarah [2]: 165)


”Katakanlah jika kamu benar mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya Allah tidak mencintai orang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 31-32)

Anas bin Malik meriwayatkan sebuah hadits;


”Seorang lelaki yang berasal dari pedalaman bertanya kepada Rasulullah. Bilakah berlaku kiamat? Rasulullah bersabda: ‘Apakah persediaan kamu untuk menghadapinya?’ Lelaki itu menjawab: ‘Cinta kepada Allah dan Rasul-nya.’ Rasulullah SAW menjawab: ‘kamu akan tetap bersama orang-orang yang kamu cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dapat kita ambil suatu ibrah bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan cinta yang kekal dan suci, serta berorientasi pada kehidupan yang sebenarnya yaitu kampung akhirat! Dan orang yang saling mencintai karena Allah pun akan tetap bercinta hingga kehidupan yang kekal tesebut.

Timbul pertanyaan dalam hati kita. Apakah cinta kita kepada Allah sama dengan cinta kita kepada manusia? Lalu, bagaimana cara mencintai Allah?

Bila kita mencintai makhluk/manusia, misalnya orang tua, seorang teman, bahkan hewan, maka secara langsung cinta kita tersebut akan segera direnspons secara baik. Hal ini bisa mereka diwujudkan dengan sifat-sifat meteril maupun nonmateril. Akan timbul rasa peduli dan kasih mengasihi serta saling menyayangi antara dua belah pihak. Dalam hal ini disebut ‘saling mencintai’. Begitu juga bila kita cinta kita terhadap lawan jenis (suami/istri yang sah). Bagaimana mungkin kita bisa hidup berdampingan tanpa ada landasan cinta yang begitu kuat? Kita pun terlahir karena cinta kedua orang tua kita bukan?

Bila kita sudah memahami ‘kisah-kisah percintaan’ di atas. Mari kita sedikit merenung dan berfikir. Bayangkan apa yang terjadi jika kita bisa mencintai dan dicintai oleh sesuatu yang menguasai jagat alam raya beserta segala isinya ini? Ialah Zat Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, termasuk mengusai seluruh manusia yang kita cintai! Siapakah Dia? Dialah Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Yang Maha Luas Kekuasaa-Nya.

Menarik bila perhatikan lagi sebuah analogi sederhana. Sebuah kisah Cinderella. Kita ingat betapa beruntungnya Cinderella ketika berhasil dicintai oleh seorang pangeran. Cinderella sangat tulus mencintai sang Pangeran tanpa ada keinginan untuk menguasai harta dan apa yang dimiliki pangeran. Finally, Ciderella akhirnya menikah, dan tentu saja segala kenikmatan lain –harta, jabatan, kekuasaan– ia miliki dari sang Pangeran. Sekali lagi, bayangkan bila kita berhasil ‘merebut’ cinta Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang atas segala sesuatu? Lalu, bagaimana cara mencintai Allah? Bagaimana meraih cinta Allah?

Diantaranya yaitu;

Pelajari dan hayati sifat-sifat Allah Swt

Layaknya jika kita ingin mengenal dan memahami seseorang –-apalagi untuk dinikahi– kita mesti tahu bagaimana sifat-sifat ‘orang’ tersebut. Hal ini dikenal dengan proses taa’ruf (perkenalan). Dari proses ini, nantinya kita akan menemukan sisi positif dan negatif dari pribadi seseorang itu. Sisi positif darinya tentu akan kita terima, sedangkan sisi negatif akan kita pahami. Barulah kita bisa memahami dan berusaha mencintai si dia. Begitu juga Allah Swt, kita harus memahami semua sifat-sifat-Nya, terutama melalui Asmaulhusna. Bedanya, niscaya kita tidak akan menemukan sisi negatif dari Allah! Ialah Zat yang Maha Sempurna lagi Maha Menyayangi hamba-hambaNya. Kita tinggal memahami betapa ‘positif’-nya Allah!

Jagalah fitrah kita sebagai manusia

Semua manusia terlahir suci dan tidak ada dosa, baik yang terlahir islam maupun non-islam. Manusia diberi kekutan untuk cenderung mengingat Tuhan dan Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada setiap anak Adam yang lahir. Allah berfirman;


”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian atas jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (QS. Al A’raf [7]: 172)


”Kemudian, dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh (ciptaan)-Nya, dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur .” (QS. As Sajadah [32]: 9)

Saat usia bertambah, maka segala kesibukan dunia kadang telah membuat manusia lupa akan cinta kasih-Nya. Hati yang semula bersih dan suci lama-kelamaan ternodai oleh dosa-dosa yang diperbuat. Betapa banyak kita saksikan orang-orang yang tersesat dan kehilangan Rabb-nya, sehingga senantiasa hati mereka gelisah dan gundah gulana. Hatinya selalu cenderung mengikuti jalan-jalan yang diajarkan syetan sebagai pelepasan jiwa yang kosong. Adapun mereka yang mencintai dan dicintai Allah, akan merasa tenang dan tentram menjalani kehidupan. Allah Swt berfirman:


”Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah . Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d [13]: 28)


Menjaga kebersihan hati

Hati yang bersih adalah kunci segala sesuatu. Amal kebaikan berawal dari hati yang bersih dan niat yang ikhlas. Jangankan untuk dicintai Allah, melihat –-maksudnya dengan pandangan rahmat-Nya– saja Allah akan enggan kepada orang-orang yang kotor hatinya. Hendaknya kita selalu beristighfar untuk menjaga kesucian hati dari dosa-dosa.


“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad dan rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian (niat dan keikhlasan) ” (HR. Muslim)

Hati adalah penentu! Jika hati baik, insya Allah semuanya juga akan baik. Pada hati yang bersih, ilmu senantiasa mudah diterima. Sementara itu, ilmu merupakan bahan dasar untuk bertafakkur. Tafakur yang berkualitas berbekal dari ilmu yang cukup. Agama islam pun dipejari dengan ilmu. Sahabatku, Allah dicintai dengan ilmu!

”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah [58]: 11)


Senantiasa taat kepada-Nya

Alam semesta diciptakan oleh hukum-Nya yang disebut sunnatullah, sehingga terwujudlah keseimbangan di jagat yang luas ini. Maha Besar Allah memelihara semuanya. Semua berjalan sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing. Bumi mengorbit hanya melalui lintasannya. Begitu pula planet-planet dan benda-benda luar angkasa lainnya. Semuanya patuh dan tunduk kepada Allah, sehingga terwujudlah suatu keseimbangan yang kokoh dan solid. Bayangkan jika bumi membangkang sedikit saja dengan mencoba ‘sedikit’ mendekati matahari. Tentu semua manusia akan kepanasan dan kepayahan. Alangkah mudah bagi Allah untuk melakukan itu, bahkan untuk menghancurkan alam semesta ini. Kun Fayakun, maka terjadilah semuanya. Tapi, Allah Swt Maha Pengasih dan Penyayang pada makhluk-makhlukNya! Ia jaga keseimbangan alam ini sebaik-baiknya.

Sahabatku, begitu pula pada diri manusia. Allah telah menetapkan hukum-hukum untuk kebaikan dan keseimbangan pada diri manusia itu sendiri layaknya sunnatullah yang berlaku pada alam semesta. Subhanallah… Apa hukum itu? Semuanya terangkum lengkap dan rapi dalam agama ISLAM yang dibawa Nabi kita yang mulia, Muhammad SAW. Apakah sekarang kita masih ragu akan cinta Allah sehingga kita lalai menjalankan segala syari’at-Nya? Padahal semua itu untuk kebaikan kita juga? Sahabatku, marilah kita sedikit bertafakkur dan memuhasabah diri. Allah berfirman:

”Barang siapa berbuat baik, maka adalah untuk kebaikan dirnya sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka adalah untuk kecelakaan dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Jatsiah [45]: 15)

”…dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya .”

(QS. Al Fussilat [41]: 46)

”Barangsiapa berbuat dosa, maka seungguhnya ia mengerjakan untuk (kemudharatannya) dirinya sendiri.” (QS. An Nisa’ [4]: 111)

Tidak cukup hanya untuk memuliakan dan menjaga keseimbangan pada diri menusia, Allah juga menjanjikan surga bagi mereka yang senantiasa ta’at dan patuh akan aturanNya. Allah berfirman:


”Barangsiapa ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.”

(QS. Al Fath [48]: 17)

Saudaraku, tahukah bagaimana wujud surga itu? Pernahkah terbesit dalam pikiran kita bagaimana surga itu? Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa surga luasnya seluas langit dan bumi serta mempunyai kelas-kelas atau tingkatan-tingkatan, tergantung penghuninya. Tahukah kita luas langit dan bumi itu? Sampai sekarang, para ilmuan belum bisa menjelaskan betapa luasnya jagat alam raya ini!

Dan bagaimana dengan ‘keadaan’ di dalam surga-surga’ itu? Dalam hadits diriwayatkan bahwa surga yang menempati tingkat paling bawah sebanding dengan sepuluh kali lipat apa yang yang dimiliki raja-raja dari kerajaan-kerajaan mereka di bumi! Kelak di hari kiamat, seorang hamba yang terakhir masuk surga akan dimasukkan ke dalam surga ‘jenis’ ini. Allah Swt bertanya; “Relakah kau memiliki apa yang dimiliki para raja di bumi? Ia menjawab; “Tentulah Tuhanku!”. Maka orang tersebut menerima ‘surganya’. Kemudian Allah Swt bertanya kembali; “Relakah engkau memiliki dua kali lipatnya?” Hamba itu mengatakan: “Tentulah Tuhanku”. Kemudian Allah melipatgandakan surga itu menjadi dua. Singkat cerita, Allah menanyakan apakah ia rela memiliki empat kali lipatnya. Hamba itu berkata; Cukuplah sudah Tuhanku! Ini cukup bagiku”. Lalu Allah dengan kasih sayang-Nya melipatgandakan surga itu menjadi sepuluh kali lipat!

Keta’atan akan membawa manusia mencapai derajat yang paling tinggi di sisi-Nya dan selalu dicintai-Nya, yaitu derajat Taqwa. Allah tidak memandang seseorang dari fisik dan rupanya, melainkan tingkat keimanan dan ketaqwaannya. Orang yang bertaqwa kelak di surga kan tinggal bersama orang-orang yang dicintai Allah lainnya seperti para Nabi dan Rasul, Sahabat, para syuhada’ dan orang shaleh lainnya. Merekalah orang-orang yang mulia.

”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]: 13)


Jalankan semua ibadah dengan kusyu’ dan ikhlas

Ridho Allah banyak terletak pada ibadah-ibadah yang kita lakukan, apapun jenis dan macam ibadah itu! Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta untuk kebaikan diri kita sendiri. Betapa banyak penelitian tentang manfaat ibadah-ibadah yang kita lakukan. Misalnya menurut para pakar ahli kesehatan, shalat adalah yoga yang sangat sempurna! Setiap gerakan shalat adalah manfaat bagi tubuh dan jiwa. (Semua ini mungkin akan lebih rinci pada buku-buku yang spesifik mengkaji masalah ini-pen). Puasa yang kita lakukan ternyata baik untuk kesehatan. Misalnya untuk kesehatan sistem pencernaan, puasa untuk kecantikan (puasa memperbaiki sistem penuaan sel/metabolisme), diet sehat, dll (Semua ini mungkin akan lebih rinci pada buku-buku yang spesifik mengkaji masalah ini-pen). Demikian juga ibadah wajib dan sunnah lainnya. Masih banyak rahasia-rahasia kebaikan ibadah yang belum terungkap! Intinya semua ibadah merupakan bukti cinta Allah kepada kita. Bayangkan bila tidak ada ibadah-ibadah tersebut? Manusia akan jauh dari sistem yang berkibat fatal akan kelangsungan umat manusia! Subhanallah… Kita jadi heran, mengapa masih ada orang yang enggan beribadah bahkan membenci ibadah?! Merekalah orang-orang yang merugi dan lalai. Dalam Al Qur’an telah dijelaskan:

”Demi massa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan beramal saleh (mengerjakan kebajikan) serta saling menasehati untuk menaati kebenaran dan saling menasehati agar menetapi kesabaran. ”

(QS. Al ‘Ashr [103]: 1-3)

Berikut beberapa contoh ibadah yang dapat mengundang cinta Allah misalnya; Qiammulail (shalat tahajjud), shaum (puasa wajib dan sunnah), zikrullah, –selalu—memelihara wudhu untuk menjaga kesucian, sikap ikhlas dan istiqomah dalam kebaikan (walau itu kecil), bergaul dengan orang-orang shaleh dll.

Mengenai Qiammulail/ shalat tahajjud;

“Hendaklah kalian mengejakan qiammulail, karena qiyamulail itu kebiasaan orang-oang shaleh sebelum kalian, qiyamulali itu mendekatkan diri kepadaAllah, mencegah dari dosa, menghapus kesalahan-kesalahan, dan mengusir penyakit dari tubuh.”

(HR. Tirmizi dan Al Hakim)

Mengenai Zikrullah;

Dari Abu Hurairah Ra., dia berkata : “Rasulullah SAW pernah bersabda: dua kalimat yang ringan dalam lisan, tapi berat dalam mizan dan disukai oleh Ar Rahman adalah Subhanallahi wabihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) dan Subhanallahl’ azhiim (Maha Suci Allah lagi Maha Agung).”

(HR. Bukhari, Tirmizi, Ibn Majah, dan Ahmad)


Mengenai bergaul dengan orang-orang kafir;

“Katakanlah taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya Allah tidak mencintai orang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 31-32)

Baca, pelajari, renungkan, dan amalkan al Quran dan Sunnah

Khutbah terakhir Nabi Saw sebelum beliau wafat diantara menegaskan kepada umatnya agar selalu berpedoman pada dua hal yaitu Al Quran dan Hadist agar selalu berjalan di atas rel-Nya. Al Quran dan sunnah mutlak akan menuntun kita kepada kelurusan beragama dan berjalan menghantarkan kita kepada cita-cita tertinggi, yaitu mencintai Allah.

Jangan terlalu mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia!

”Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat…”

(QS. Al Baqrah [2]: 212)

”Surga itu dikelilingi dengan kebencian-kebencian hawa nafsu, sedangkan neraka itu dikelilingi oleh kesenangan-kesenangan hawa nafsu.” (HR. Muslim)

Kesimpulan

Sesungguhnya jalan untuk mencintai Allah sangatlah banyak, tidak terbatas pada hal-hal di atas. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita menempuh jalan-jalan itu dengan hati yang ikhlas karena ingin mencapai cinta Allah. Allah tidak akan sia-sia kepada hamba yag ingin mendekat ke hadiratNya. Simaklah hadits berikut;

Muslim meriwayatkan dari Abu Dzar Ra., ia berkata bahwa Nabi Saw. : “Allah Swt berfirman: ‘Barangsiapa yang mengerjakan 1 kebaikan, maka pahalanya dilipatkan 10 kalinya bahkan Aku lebihkan dari itu. Barangsiapa yang mengerjakan 1 keburukan, maka balasannya hanyalah setimpal dengannya bahkan Aku akan mengampuninya. Barangsiapa menekatkan padaKu sejengkal, niscaya Aku akan mendekat kepadaNya sehasta dan barangsiapa mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku mendekat keoadanya sedepa. Barangsiapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang datang menghadapKu dengan memikul dosa sepenuh bumi dengan tanpa menyekutukanKusedikitpun, maka Aku akan menemuinya dengan memberikan ampunan yang sepadan dengan banyaknya dosa itu’”

Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Umar Ra., ia berkata: “Pernah sekumpulan tawanan dihadapkan kepada Rasulullah SAW. Ketika ada seorang tawanan wanita diantaranya, tiba-tiba wanita tadi menemukan seorang bocah kecil (anaknya yang semula lepas dari pelukannya), lalu ia menggendongnya dan disusuinya. Melihat kejadian itu, Rasulullah bersabda kepada para sahabat: ‘Bagaimana menurut kalian, mungkinkah wanita itu tega mencampakkan anaknya ke dalam kobaran api?’ Para sahabat menjawab: ‘Tidak, demi Allah. Beliau lalu bersabda: ‘Sungguh, kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih besar dari pada kasih sayang wanita itu kepada anaknya.’

Jadi, apakah mungkin Allah akan selalu ‘cuek’ pada seorang hamba yang selalu ingin dan berusaha mencintainya? Padahal pada dasarnya cinta kasih Allah itu sendiri telah jauh-jauh hari diberikan pada seluruh umat?! Mari belajar mencintai Allah. Walllahualam.

Ketawâdhu’an (Rendah Hati) Di antara Ikhwân



Ketawâdhu’an (Rendah Hati) Di antara Ikhwân


tawaduKetawâdhu’an atau rendah hati serta menjauhkan diri dari takabbur (keangkuhan) dan besar diri merupakan perkara yang dituntut dalam pergaulan.
Sifat tawâdhu’ maupun kelemah-lembutan akan melanggengkan hubungan di antara ikhwan serta menguatkan tali persaudaraan di antara mereka. Adapun keangkuhan, congkak dan menganggap diri besar merupakan sebab-sebab yang menimbulkan permusuhan, percekcokan serta melepaskan ikatan ukhuwwah yang sebelumnya terikat kuat.
Oleh sebab itulah, ketawâdhu’an merupakan perkara yang dituntut dalam agama ini dan diperintahkan, sedangkan kecongkakan dan keangkuhan adalah perkara yang tercela dan dilarang.
Dari ‘Iyâdh bin Himâr radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wasallam bersabda:
إن الله أوحى إليَّ أن تواضعوا حتى لا يفخر أحدٌ على أحدٍ ولا يبغِ أحدٌ على أحدٍ
“Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepadaku agar memiliki ketawâdhu’an, sehingga seseorang tidak menyombongkan dirinya dan melampaui batas atas yang lain.” [HR. Muslim 2865, Abu Dâwud 4895, Ibnu Mâjah 4179]
Maka sifat congkak atau kesombongan adalah jalan yang mengantarkan seseorang kepada kezaliman, permusuhan serta sikap melampaui batas.
Tidak diragukan lagi bahwa manusia memiliki keutamaan yang berbeda-beda dalam hal kedudukan, nasab maupun harta, ini semua merupakan sunnatullah yang Allah tetapkan di antara makhluk-Nya dengan hikmah-Nya yang Mahasempurna. Kendati demikian segala keutamaan ini tidaklah menjadi alasan bagi seseorang untuk merasa congkak dan besar diri atas yang lainnya. Akan tetapi, jika berbagai keutamaan yang Allah berikan itu diiringi dengan sifat ketawâdhu’an karena Allah, berlemah lembut serta ramah terhadap saudaranya maka yang demikian akan semakin menambah ketinggian derajat ia di sisi Allah ta’âla, dan manusia pun akan menerima dirinya.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wasallam bersabda:
وما تواضع أحدٌ لله إلا رفعه
“Tidaklah seseorang tawâdhu’ karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” [HR. Mâlik 1885, Ahmad 8782, Muslim 2588, At-Tirmidzi 2029, Ad-Dârimi 1676 - Mengutip dari Kitâb Al-Adab karya Syaikh Fu’âd bin Abdul ‘Aziz As-Syalhûb hal. 319]

Makanan Kesukaan Nabi – Makanan sunnah


Makanan Kesukaan Nabi – Makanan sunnah

1. Barli – Bagus untuk demam jika dibuat sup

2. Kurma – Nabi berkata rumah yang tidak mempunyai kurma adalah seperti rumah yang tidak ada
makanan

3. Buah Tin – Buah dari syurga. Boleh mengubati buasir.

4. Anggur – Nabi suka buah anggur. Ia membersihkan darah , menguatkan buah pinggang , membersihkan perut

5. Madu – Ia adalah makanan segala makanan , minuman segala minuman , ubat segala ubat. Mengubati cirit birit jika dibancuh dengan air panas , membuka selera , menguatkan perut , membuang kahak . Baik diminum waktu pagi dengan air suam.

6. Tembikai (Segala Jenis) – Nabi berkata wanita mengandung yang mengandung tidak akan gagal melahirkan anak yang baik dari segi karakter dan wajahnya.

7. Susu kambing – Nabi berkata susu baik untuk membuang panas badan seperti tangan membuang peluh dari dahi. Menguatkan belakang , memperbaiki otak , memperbaharui pandangan mata , membuang kelupaan.

8. Cendawan – Baik untuk mata , perancang keluarga .

9. Minyak Zaitun – Rawatan kulit dan rambut. Melambatkan penuaan , merawat radang perut.

10. Buah Delima – Membersihkan tubuh dari syaitan dan bisikan syaitan selama 40 hari.

11. Cuka – Nabi selalu meminum dengan minyak zaitun (Trend yang popular ketika ini di restoran-restoran itali)

12. Air – Minuman terbaik. Jika dahaga hendaklah di sedut perlahan-lahan. Jangan diteguk. Mudah mendapat sakit pada hati.

Dasyatnya hari kiamat dan Padang Mahsyar


Dasyatnya hari kiamat dan Padang Mahsyar




Gambaran Hari Qiamat 
✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih. 

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga. 

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah: 

ⅰ- Pemimpin yang adil.

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

✐ ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

✐ Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat. 

✐ Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

✐ Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

JIBRIL DAN MIKAIL MENANGIS





JIBRIL DAN MIKAIL MENANGIS

Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah S.W.T telah memerintahkannya sujud kepada Adam. Lalu iblis berkata, "Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam daripada tanah.

"Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, "Aku membuat apa yang aku kehendaki." Oleh kerana iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam A.S kerana bangga dan sombong.Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat bersujud dalam waktu yang berlalu. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua kerana bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.

Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat kerana dia menjadi kafir.

Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap emapt, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.Ketika Allah S.W.T membalas tipu daya iblis, maka menangislah Jibril A.S dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Apakah yang membuat kamu menangis?" Lalu mereka menjawab,

"Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu."Firman Allah bagi bermaksud, "Begitulah aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku."Setelah diusir, maka iblis pun berkata, "Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.

"Lalu Allah berfirman yang bermaksud, "Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.

"Berkata lagi iblis, "Tambahkanlah lagi untukku." Allah berfirman yang maksudnya, "Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.

"Berkata iblis lagi, "Tambahkanlah lagi untukku." Lalu Allah berfirman dengan maksud, "Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.

"Berkata iblis lagi, "Tambahkanlah lagi untukku." Maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, ertinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki.

Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, iaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram.""Dan pada anak-anak, iaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka."

(Hal ini ada disebutkan dalam surah al-Isra ayat 64 yang bermaksud :

"Gerakkanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka tentera engkau yang berkuda dan yang berjalan kaki dan serikanlah mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan iblis kepada mereka melainkan (semata-mata) tipuan."

Monday, 25 March 2013

Biodata dan Sejarah Ringkas Nabi Muhammad S.A.W

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ( نبي محمد صلى الله عليه وسلم ) adalah pesuruh Allah yang terakhir. Baginda adalah pembawa rahmat untuk seluruh alam dan merupakan Rasulullah bagi seluruh umat di dunia. Sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W merupakan satu anugerah dan kurniaan Allah SWT kepada umat manusia untuk menunjukkan jalan yang lurus dan benar. 

Baginda bukan sahaja diangkat sebagai seorang rasul tetapi juga sebagai khalifah, yang mengetuai angkatan tentera Islam, membawa perubahan kepada umat manusia, mengajarkan tentang erti persaudaraan, akhlak dan erti kehidupan yang segalanya hanya kerana Allah SWT.

Nabi Muhammad dilahirkan di Mekah dan kembali ke rahmatullah di Madinah. Nabi Muhammad S.A.W merupakan Rasul dan Nabi terakhir bagi umat manusia dan seluruh alam. Nabi Muhammad merupakan pelengkap ajaran Islam. Beliau juga digelar Al Amin (الأمين) yang bermaksud 'yang terpuji'.

BIODATA RASULULLAH S.A.W:

1. Nama: Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin Hashim
2. Tarikh lahir: Subuh Isnin, 12 Rabiulawal / 20 April 571M (dikenali sebagai tahun gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yangmenyerang kota Mekah)
3. Tempat lahir: Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah
4. Nama bapa: ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin Hashim
5. Nama ibu: Aminah binti Wahab bin ‘Abdul Manaf
6. Pengasuh pertama: Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW)
7. Ibu susu pertama: Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab)
8. Ibu susu kedua: Halimah binti Abu Zuaib As-Sa’diah (lebih dikenali Halimah As-Sa’diah. Suaminya bernama Abu Kabsyah)

SEJARAH RINGKAS RASULULLAH S.A.W: 

USIA 5 TAHUN
* Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di
dalamnya.

USIA 6 TAHUN
* Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa’ (sebuah kampung yang terletak di antara Mekah dan Madinah)
* Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya ‘Abdul Muttalib.

USIA 8 TAHUN
* Datuknya, ‘Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
* Baginda dipelihara pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
* Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan.
* Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
* Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab ‘Sirah’ , jilid 1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.
* Menyaksikan ‘ perjanjian Al-Fudhul’; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Mekah.

USIA 25 TAHUN
* Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah.
* Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah..
* Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
* Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
* Banjir besar melanda Mekah dan meruntuhkan dinding Ka’abah.
* Pembinaan semula Ka’abah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Mekah.
* Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ‘Hajarul-Aswad’ ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
* Menerima wahyu di gua Hira’ sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
* Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq.
* Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
* Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11H/ 8 Jun 632M.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH S.A.W
1. Khadijah Binti Khuwailid
2. Saudah Binti Zam’ah
3. Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar)
4. Hafsah binti ‘Umar (anak Saidina ‘Umar bin Al-Khattab)
5. Ummi Habibah Binti Abu Sufyan
6. Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah)
7. Zainab Binti Jahsy
8. Maimunah Binti Harith
9. Safiyah Binti Huyai bin Akhtab
10.Zainab Binti Khuzaimah (digelar ‘Ummu Al-Masakin’; Ibu Orang Miskin)

ANAK-ANAK RASULULLAH S.A.W
1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra’

Nabi Muhammad s.a.w juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang bererti "bapak Qasim", kerana Nabi Muhammad s.a.w pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim iaitu anak baginda bersama Khadijah, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

TIADA INSAN YANG LEBIH ISTIMEWA...


FRIDAY, 30 DECEMBER 2011



Rasulullah SAW paling istimewa. Kehidupan beliau mampu memberi contoh daripada pelbagai dimensi.
Bagindalah pemuda pemalu.
Bagindalah pemuda berani.
Bagindalah contoh di kala remaja.
Bagindalah contoh di kala dewasa.
Bagindalah orang miskin.
Bagindalah orang kaya.
Bagindalah rakyat biasa.
Bagindalah bangsawan mulia.
Bagindalah pemerintah yang sibuk.
Bagindalah orang biasa yang ada masa lapang.
Bagindalah menikahi janda.
Bagindalah menikahi gadis.
Bagindalah berkahwin satu selama 25 tahun.
Bagindalah berpoligami selama 10 tahun.
Baginda berjenaka.
Baginda serius.
Baginda berhikmah.
Baginda tegas.
                Subhanallah! Inilah kisah hidup manusia paling sempurna yang pernah Allah SWT cipta. Jom jadikan baginda contoh ikutan kita yang paling utama. Tahun baru, baharukanlah cinta kepada baginda. Do right thing in right time.